Ekologi dan Ilmu Pengetahuan
EKOLOGI DAN ILMU
LINGKUNGAN
1. Ekologi
Ekologi
adalah ilmu yang
mempelajari hubungan timbal balik antara organisme-organisme hidup dengan
lingkungannya. Dalam ilmu
ekologi, bila pada suatu tempat yang sama hidup berbagai kelompok spesies maka
habitat tersebut disebut sebagai biotop. Menurut habitatnya, ekologi dibagi
menjadi 3 yaitu ekologi perairan tawar, ekologi laut dan ekologi darat. Menurut garis taxonomi, ekologi dibagi menjadi 4 yaitu ekologi tumbuhan, ekologi vertebrata, ekologi serangga, dan ekologi jasad renik. Ekologi adalah dasar pokok ilmu
lingkungan.
2. Ilmu
Lingkungan
Ilmu lingkungan adalah ekologi yang
menerapkan berbagai azas dan konsepnya kepada masalah yang lebih luas,yang
menyangkut pula hubungan manusia dengan lingkungannya. Ilmu lingkungan ini mengintegrasikan berbagai ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik
anatara jasad hidup dengan dengan lingkungannya.
Ilmu lingkungan merupakan perpaduan konsep dan
asas berbagai ilmu
yaitu ekologi, biologi, biokimia, hidrologi, oceanografi, meteorologi, ilmu tanah, geografi,
demografi, dan ekonomi yang bertujuan untuk mempelajari dan memecahkan masalah
yang menyangkut hubungan antara mahluk hidup dengan lingkungannya.
3. ASAS-ASAS LINGKUNGAN
A. ASAS 7
Adanya keteraturan yang pasti pada pola faktor lingkungan
pada suatu periode yang relatif . lama.
Terdapat fluktuasi turun-naiknya kondisi lingkungan di semua habitat, tetapi
mudah dan sukarnya untuk diramal berbeda
dari satu habitat ke habitat lain.
Dengan mengetahui keadaan optimum pada faktor lingkungan bagi kehidupan suatu spesies, maka
perlu diketahui berapa lama keadaan
tersebut dapat bertahan.
B. ASAS 8
Sebuah habitat dapat jenuh atau tidak oleh
keanekaragaman takson, bergantung kepada bagaimana niche dalam lingkungan hidup
itu dapat memisahkan takson tersebut.
C. ASAS 9
Asas ini mengandung arti, bahwa efisiensi penggunaan
aliran energidalam sistem biologi akan meningkat dengan meningkatnya
kompleksitas organisasi sistem biologi dalam suatu komunitas. Pada asas ini menurut
Morowitz (1968) bahwa adanya hubungan antara biomassa, aliran energi dan
keanekaragaman dalam suatu sistem biologi.
D. ASAS
10
Dalam asas ini sistem
biologi mengalami evolusi yang mengarah kepada peningkatan efisiensi penggunaan
energi dalam lingkungan fisik yang stabil, yang memungkinkan berkembangnya keanekaragaman.
Dengan kata lain kalau kemungkinan produktivitas maksimum sudah ditetapkan oleh
energi matahari yang masuk kedalam ekosistem, sedangkan keanekaragaman dan
biomassa masih dapat meningkat dalam perjalanan waktu, maka jumlah energi yang
tersedia dalam sistem biologi itu dapat digunakan untuk menyokong biomassa yang
lebih besar.
E. ASAS
11
Arti dari asas ini
adalah pada ekosistem, populasi yang sudah dewasa memindahkan energi,
biomassa, dan keanekaragaman tingkat organisasi ke arah yang belum dewasa.
Dengan kata lain, energi, materi dan keanekaragaman mengalir melalui suatu
kisaran yang menuju ke arah organisasi yang lebih kompleks, atau dari subsistem
yang lebih rendah keanekaragamannya ke subsistem yang lebih tinggi
keanekaragamannya.
F. ASAS
12
Populasi dalam ekosistem yang belum mantap, kurang
bereaksi terhadap perubahan lingkungan fisikokimia dibandingkan dengan populasi
dalam ekosistem yang sudah mantap. Populasi dalam lingkungan dengan kemantapan
fisiko kimia yang cukup lama, tak perlu berevolusi untuk meningkatkan
kemampuannya beradaptasi dengan keadaan yang tidak stabil.
G. ASAS
13
Lingkungan yang secara fisik mantap memungkinkan
terjadinya penimbunan keanekaragaman biologi dalam ekosistem yang mantap, yang
kemudian dapat menggalakkan kemantapan populasi lebih jauh lagi.
H. ASAS
14
Derajat pola keteraturan naik-turunnya populasi
tergantung pada jumlah keturunan dalam sejarah populasi sebelumnya yang nanti akan mempengaruhi populasi itu.
Komentar
Posting Komentar